Archive for the ‘Sebaya’ Category

Tukang Jamu

Wednesday, February 27th, 2008

Langsung saja, aku Jimmy (28). Di usia yang sudah hampir 30 ini, aku belum juga dapat kerja yang benar, ya setidaknya itu kata orangtuaku, padahal gelar Sarjana Pertanian sudah ada di genggamanku. Tapi, memang susah cari kerjaan di kota sebesar Surabaya. Akhirnya, awal tahun lalu aku memutuskan untuk merantau ke Kupang, NTT. Kebetulan, kakakku Bram punya kios sembako.

“Udahlah Jim.., dari pada kamu nganggur, ke sini saja, bantu aku kelola bisnis kecil ini,” katanya waktu menelponku.
Yah, maklumlah, Mas Bram itu pegawai negeri dilingkup Diknas, dan Mbak Is, istrinya juga guru SD, yang selalu sibuk mengajar. Jadi, aku pun mulai terbiasa menjaga kios sembako itu. Langgananku banyak, mulai dari yang tua hingga anak-anak. Soalnya, selain sembako, kini kios itu juga berisi berbagai keperluan sehari-hari. Pokoknya lengkap deh. Kakakku pun memujiku, soalnya sejak aku yang mengurusi, kios itu jadi maju, padahal aku baru 6 bulan disitu.

(more…)

Leni, Pembantuku

Monday, February 25th, 2008

Namaku Dedi, umur 31 tahun tapi di umur 30 aku sudah menduda dengan meninggalkan anak berumur 5 tahun. Jadi pada tahun 2000 aku mengalami konflik rumah tangga yang tidak bisa diselesaikan lagi selain di meja hijau, perceraianku dengan istriku meninggalkan banyak masalah dan membuat perubahan besar dalam hidupku antara lain, anak, rumah, hubungan dengan orang tua dan lain-lain, salah satunya adalah nasib pembantuku, Leni yang sudah bekerja mengasuh anakku selama 2 tahun.

(more…)

Ibu Vivin Sayang

Monday, February 25th, 2008

Cerita ini bermula pada waktu itu aku lagi kuliah di semester VI di salah satu PTS di Bandung. Ceritanya saat itu aku lagi putus dengan pacarku dan memang dia tidak tahu diri, sudah dicintai malah bertingkah, akhirnya dari cerita cintaku cuma berumur 2 tahun saja.

Waktu itu aku tinggal berlima dengan teman satu kuliah juga, kita tinggal serumah atau ngontrak satu rumah untuk berlima. Kebetulan di rumah itu hanya aku yang laki-laki.

Mulanya aku bilang sama kakak perempuanku, “Sudah, aku pisah rumah saja atau kos di tempat”, tapi kakakku ini saking sayangnya padaku, ya saya tidak diperbolehkan pisah rumah. Kita pun tinggal serumah dengan tiga teman wanita kakakku.
(more…)

Reny and Reny

Monday, February 25th, 2008

Cerita ini terjadi beberapa waktu yang lalu. Semuanya bermula ketika penerimaan mahasiswa baru di kampusku. O iya, aku adalah salah satu mahasiswa di salah satu perguruan tinggi ternama di kotaku. Saat itu, maklumlah namanya juga senior, maka semua mahasiswa baru baik itu mahasiswa baru cowok maupun cewek tunduk atas semua perintahku.

Pada hari kedua orientasi pengenalan kampus, aku berkenalan dengan seorang mahasiswa baru yang bernama Reny dan berasal dari luar pulau. Anaknya imut-imut, manis dan lucu, membuatku sangat tertarik kepadanya. Berbagai cara pun kucoba untuk melakukan pendekatan, sehingga berhasil menjadikannya pacar.
(more…)